Tampilkan postingan dengan label pobia - seputar cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pobia - seputar cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2008

Beberapa Curhat dari sesama poby

  • Saya seorang guru yang semakin hari saya semakin lelah dengan fobia sosial saya, saya sudah sering mengajar tetap saja ketika menerangkan tangan saya berkeringat, setiap kali berbicara saya membutuhkan energi yang luar biasa, dada saya sesak, dan kadang saya lupa dengan apa yang baru saja saya bicarakan (karena saya gugup tetapi tetap berusaha melawannya), maka setiap selesai mengajar saya lelah sekali, dalam bersosialisasi saya lebih banyak diam, dan sangat takut sekali jika saya diharuskan untuk berbicara dimuka umum, tadinya saya berfikir jika saya sering mengajar maka saya bisa tampil dimuka umum, nyatanya hal ini tidak terjadi bahkan sekarang kecemasan saya bertambah. Jika diundang kedalam rapat atau tempat keramaian saya sangat tidak nyaman. Dulu waktu sekolah jika pelajaran yang mengharuskan saya tampil saya tidak masuk (saya selalu menghindar). Apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi ini karena saya tahu hal ini benar - benar merusak hidup saya dan saya tidak ingin anak saya melihat saya sebagai ibu yang lemah?
  • Saya ingin berubah ! Saya ingin berani tampil / berbicara di depan orang banyak tanpa gemetar. Sering saya tegaskan hal tsb pada diri saya. Tapi tetap saja saya selalu gemetar. Saat ditunjuk menjadi petugas upacara, kaki dan tangan saya gemetar, saat ditunjuk menjadi pembaca doa, nada bicara, tangan, kaki semua gemetar. Saat saya memberanikan diri untuk bertanya dalam sebuah acara seminar, rapat, dll, tangan saya gemetar memegang mike dan nada bicara gemetar. Begitu banyak hal serupa yang membuat saya selalu gemetar, keringat dingin, bila dilihat orang banyak, meskipun saya selalu meyakinkan diri saya bahwa saya ingin berubah.
  • Saya ada masalah dengan fobia sosial, sepertinya sudah lama saya menderita fobia sosial ini. Mungkin sudah bbrp tahun ini dan rasanya makin lama makin berat. Apa yang harus saya lakukan ?Saya skrg jd lebih sering mengurung diri di rumah, keluar rumah rasanya canggung dan membuat aku tertekan. Bahkan misal saat harus berdiri di jalan menunggu angkutan kota saja agak canggung dan panik. Rasanya orang memperhatikanku dan merasa aku aneh. Begitu juga di angkutan kota, saya sering panik dan gugup, aplg jika ada org yg melihat ke arahku.Kenapa bisa begitu ya, padahal dulu2 tidak separah sekarang. Bahkan untuk berkomunikasi dengan teman dekat ataupun keluarga saya juga sering gugup dan tegang, dan skrg ini makin parah, pdhl dulu2 tidak sampai sebegininya. Saya bingung sekali dan tertekan.
  • Saya juga mengidap fobia social dengan keluhan-keluhan, yaitu :(1) Takut tampil didepan umum (berbicara/pidato/presentasi dll) dan jika dipaksakan untuk tampil pasti gugup, grogi, demam panggung, gemetaran, tidak PD, berkeringat banyak karena merasa panas. Hal ini terjadi sejak di bangku sekolah (SMA) dan semakin parah sampai saat ini. (2) Sangat pemalu bersosialisasi atau pergi ke acara/undangan karena merasa selalu menjadi pusat perhatian. (3) Tidak berani bertatapan mata dengan orang lain (4) Selalu tegang, cepat panik, selalu cemas terhadap sesuatu tugas yang akan dijalankan meskipun waktunya masih lama (misalnya:presentasi).Saya merasa sangat lelah dengan fobia yang saya alami ini yang sampai saat ini belum menemukan solusinya. Jika ada obat-2an yang harus saya gunakan mohon bantuannya, apa nama obatnya.Sekali lagi mohon bantuannya, bagaimana saya bisa mengatasi semua hal tersebut sehingga saya bisa merasa tenteram dan tenang dalam menghadapi setiap permasalahan, tantangan dll.
  • Saya berusia 30 thn, sejak kecil saya uda takut klo berbicara didepan banyak orang seperti pidato, berbicara dalam rapat, dll, sehingga badan saya berkeringat dingin, sering buang air kecil, jantung berdebar-debar, perut sakit, otot leher tegang, dsb. Bagaimana cara mengatasinya ? Uda dicoba kadang mampu kalau audiennya selevel atau dibawah saya dari segi usia atau jabatan, tapi saya belum mampu kalu berhadapan dengan orang yang lebih pinter dari saya atau lebih tua, saya merasa tidak ada apa-apanya bila berhadapan dengan mereka. padahal saya orang aktif dalam organisasi dan saya termasuk cerdas di sekolah karena dari SD sampai SMA saya dapat ranking 1 minima 3, tapi ketika kuliah nilai saya malah jelek terus.
  • Sy juga mempunyai mslh fobia sosial hingga menyebabkan tidak mau kluar rumah, hanya berasa slamat selesa dan aman d rumah shj, hingga saya tidak mghadiri kelas tuition dan tidak dapat menjawab exam dgn tenang. Sepanjang dlm dewan saya berdebar2 hingga tamat exam. Lagian, saya malu dgn teman2 yg memandang serong sama saya. Ramai pelajar d sekolah yg membenci saya krna saya sentiasa dlihat dlm keadaan gugup bila org ramai. Dlm fikiran mereka mungkin saya ini seorang yang perasan dirinya dlihat oleh orang. Fikiran saya hanya tertumpu kpda skumpulan org ramai itu. Mereka akan rasa dperhatikan oleh saya sdgkan saya sikitpun tidak mau memperhatikan mereka. Saya cuba mengawal perasaan dan fikiran tpi sering tidak berjaya hingga memikirkan mau bunuh diri, hingga tidak ada orang mau mndekati saya. Saya bingung adakah ini ujian dari Yang Maha Esa ataupun hanya kerana pengaruh pemikiran saya sendiri. Teman2 sanak saudara dan orang ramai membenci saya kerana saya ini seorang yang perasan dirinya dlihat dan dperhatikan oleh org! (tapi masalahnya saya di Malaysia… Ada nggak rawatan fobia sosial di Malaysia ?
Demikian cuplikan penderitaan yang dialami oleh orang-orang dengan gangguan kejiwaan ringan berupa neurosis (berhubungan dengan emosi atau perasaan yang tidak dapat dikendalikan karena gagalnya adaptasi terhadap suatu situasi). Mungkin, masih banyak orang-orang yang mengalami gejala serupa. Akan tetapi, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Mereka merasa bahwa hal itu tidak patut dipermasalahkan, mereka malu, mereka takut jika mereka dianggap melebih-lebihkan permasalahan. Padahal, sebenarnya mereka tengah mengalami gangguan jiwa ringan yang jika tidak segera diatasi akan mempengaruhi fungsi sosial mereka. Gejala ini disebut SOCIAL PHOBIA/SOCIAL ANXIETY.

thanks Niez

Sabtu, 18 Oktober 2008

Aku Hidup Terasing

note: tulisan ini saya ambil dari situs suara merdeka, atas ijin penulisnys saya masukan dalam blog ini.

Berdiri dan berbicara di depan umum bagiku adalah neraka. Aku menghindar dan terasing dari kehidupan sosial.

Aku tidak tahu sejak kapan mengalami ketidakwajaran ini. Mungkin ketika aku masih anak-anak. Aku memang seorang yang amat pemalu dan pendiam. Aku berasal dari keluarga pas-pasan yang hampir semua anggota keluargaku pemalu dan pendiam. Aku pun mewarisi hal yang sama, bahkan dengan kadar yang lebih hebat.

Kupikir, rasa malu dan diamku adalah sesuatu yang wajar, bahkan merupakan sesuatu hal yang langka dan pantas dibanggakan. Kupikir, jarang ada orang yang pendiam dan tidak cerewet. Akan tetapi, lama-lama aku merasa tidak menyukai keadaanku sendiri. Aku mulai merasa bahwa aku sangat kuper, bodoh dan hina. Aku tidak bisa bergaul, aku tidak mempunyai teman. Apalagi, aku ini pendek, jelek, hitam, tidak ada sesuatu yang menarik sedikitpun padaku. Karena itu, aku selalu merasa tidak nyaman jika berada dengan orang lain, bahkan keluarga sendiri. Aku merasa mereka selalu melihat ke arahku, padahal aku tahu itu hanya perasaanku saja. Aku tidak pernah bisa tampil di depan umum. Aku selalu gemetar dan deg-degan, jika tampil di depan orang ataupun menghadapi situasi sosial seperti berbicara dengan orang, bertemu dengan orang. Aku juga tidak berani menatap mata orang yang berbicara denganku.

Aku benar-benar merasa sangat menderita karena aku tidak bisa melakukan apa yang aku inginkan karena perasaan yang selalu menghalangiku itu. Aku merasa kalau aku adalah orang yang paling menderita di dunia ini, aku sendiri, tidak ada orang yang mengerti dan menemaniku. Tuhan benar-benar tidak adil! Sering terbersit keinginan untuk mengakhiri hidup ini, namun aku tetap bertahan demi keluargaku dan demi pertanggungjawabnku pada Allah di akhirat nanti.

Aku mencoba tersenyum dan menghibur diri atas perlakuan orang-orang yang sering membuat hatiku sakit. Aku tahu, mereka tidak bermaksud menyakitiku. Tetapi dengan mereka mengatakan kalau aku seorang pendiam, dengan mereka tidak mau bergaul denganku, walaupun mereka tidak menunjukkan secara eksplisit, tapi aku tahu itu sungguh sangat menyakitiku.

Aku takut menghadapi masa depanku, apalagi aku adalah seorang mahasiswi akuntansi yang pasti akan berhubungan dunia bisnis yang banyak bertemu dengan orang dan memerlukan tampil di depan. Aku benar-benar merasa stress, depresi, tidak hidup, bahkan hampir gila.

Setelah aku mencari tahu di internet, ada gangguan jiwa yang sesuai gejalanya denganku. Ternyata itu adalah phobia sosial atau social anxiety. Aku telah mencoba berobat ke psikolog, tepatnya berkonsultasi, tetapi hasilnya nihil. Aku juga telah mencoba ke therapist, namun aku masih belum bisa sembuh karena terbentur biaya. Karena harus menjalani terapi dalam beberapa sesi. Untuk "sembuh" ternyata aku butuh lebih dari keinginan saja, harus didukung dana. Apa yang harus aku lakukan. Aku nyaris putus asa, sangat-sangat kehilangan harapan, seolah hidupku tanpa cahaya.

Aku hanya berharap, suatu saat nanti aku bisa menjadi orang yang normal, menikmati nyamannya hidup tanpa fobia. Aku berharap ada keajaiban, ada dermawan yang mau mengulurkan tangannya untuk membantuku. Kalaupun impianku tidak terwujud, aku tetap seperti ini sampai akhir hidupku, aku hanya bisa pasrah. Tapi, selama hidup, aku akan terus berusaha. Aku yakin, Allah akan selalu mendengar harapan hambanya.

Jeritan hati Scorpion Girl di Semarang

Rabu, 15 Oktober 2008

cerita seputar pobia


  • R.Kelly, Whoopi Goldberg dan Dalai Lama, termasuk kategori selebrities with Aviophobia, yaitu phobia terbang.
  • Kim Basinger, Rose McGowan dan si bintang Home Alone, Macaulay Culkin adalah penderita Agoraphobia, yaitu takut sama tempat umum dan keramaian. Aneh juga ya, ada seleb yang phobianya kayak gitu?
  • Penyanyi dan pencipta lagu, John Meyer punya 14 track di albumnya “Room for Squares”. Padahal track ke 13 nggak ada suara apa-apa alias hening selama 0,2 detik dan nggak ada title-nya di cover album. Kemungkinan besar, John Meyer pengidap triskaidekaphobia, takut sama angka 13!
  • Masih tentang triskadeikaphobia. Adolf Hitler juga penderitanya. Pesawat temput NAZI yang tadinya bernomer seri He-112 diganti menjadi He-100 untuk menghindari adanya seri He-113. And, do you notice, nggak ada mobil yang bernomer 13 di arena Formula 1 (F1). Mobil nomer 13 dihilangkan setelah ada dua pembalap meninggal memakai nomer tersebut.
diambil dari http://www.artiku.com/2008/04/17/fear-of-phobia/